12,561 notes
Bahasa yang kian populer sekitar tahun 70an-80an, dan digunakan di novel Ali Topan Anak Jalanan. bahkan ayah saya pun sering menggunakannya. untuk yang belum tahu akan tante guru ajarkan
Berokap = Berapa
Bokin = Bini, Pacar
Bo’at = Obat
Bo’il = Mobil
Bokap = Bapak
Boke = Miskin
Bokep = BF/Film porno
Boker = Berak
Bokis = Bisa aja, busuk
Bokul = Beli
Brokis = Brengsek
Cimeng = Ganja
Cokin = Cina
Dae = Ada
Doi = Dia
Doku = Duit
Doski = Dia
Gele = Ganja
Gokil = Gila
Jokal = Jalan
Jokan = Janda
Jokaw = Jawa
Jokul = Jual
Kece = Cakep
Kelokur = Keluar
Kemek = Makan
Kemokan = Kemana
Kenokap = Kenapa
Kokay = Kaya
Lokit = Lihat/look it
Lokur = Luar
Mokal = Malu
Mokat = Mati
Moker = Merah
Melokul = Melulu
Menokad = Manado
Ngokar = Merokok
Nokip = Minum alkohol
Nyimeng = Hisap Ganja
Nyokap = Ibu
Pembokat = Pembantu/babu
Plokis = Polisi
Pokis = Pisau
Prokem = Preman
Rokar = Rokok
Rokes = Rese
Rokum = Rumah
Sedokur = Saudara
Sendokir = Sendiri
Sepokat = Sepatu
Sokap = Siapa
Snokay = Senayan
Tokai = Tai
Toket = Tete/payudara
Toku = Tua
Aku ingin mencintaimu dengan SEDERHANA, seperti kata-kata yang tak sempat diucap oleh kayu api yang menjadi abu kerananya.
Aku ingin mencintaimu dengan SEDERHANA, seperti isyarat yang tak sempat awan berikan kepada hujan yang menjadikan ia tiada.
Aku ingin mencintaimu dengan SEDERHANA, seperti embun yang tak sempat mengucapkan pada pagi, menitis hilang di daun keladi ♥
(Source: alfarasya)
Ya. Apalah arti sebuah dasar kolam renang, tanpa keramik, tanpa warnanya yang lebih cerah. Yang akan mendasari seluruhnya menjadi buruk. Saat manusia tumbuh dewasa, tak tentu saat itu pula kedewasaannya diaku Justru dalam prosesnya, manusia baru diakui bahwa mereka tumbuh ‘dewasa’.
Tak ada yang berarti, didunia ini walau itu emas segudang namun yang punya hanya tidur saja diatas ranjangnya yang empuk hingga berubah menjadi kasar.
Apalah guna uang banyak, namun linglung kala bangkrut melanda?
Perjalanan ini selalu menanyakan pilihan yang berakibat dan berpenyebab. Satu pilihan salah, bisa menghancurkan seenggok mimpi!
Sudah berulang kali gadis itu diingatkan, namun tetap kembali ke pada kebiasaan buruknya. Semangat untuk buktikan dalam dirinya, ada. Namun lunturnya itu lebih sering daripada tumbuh berkembang!
Hey kau gadis berusia 17 tahun! Kemana saja dirimu? Aku lihat hanya tidur, mengkhayal. Melangkah maju setitik saja, dirimu sulit. Apalagi sampai puncaknya?
Mau kemana kau, jangan kabur! Ingat ingatlah bahwa hidupmu masih panjang. Fokuslah pada yang didepan,yang menjadi tujuan! Jangan lihat belakang yang hanya jadi kenangan!
Memangnya, mimpimu apa? Hingga mundur sejauh ini selalu kau lakukan?
Gadis itu berkata, “Aku hanya ingin satu, melakukan segalanya didunia ini dengan selalu ingat Allah-ku dan orang tua, keluargaku. Entah tak kusadari bahwa usiaku sudah 17 tahun! Banyak sekali mimpi mimpi ini yang belum terwujud. Terima kasih telah mengingatkanku. Bismilahirrahmaanirrahiim.. AKU BUKAN LAGI AKU YANG DULU! AKU HARUS SELALU INGAT PADA ALLAH, ORANG TUAKU, KELUARGAKU, TEMAN TERDEKATKU, MIMPI MIMPI BERARTIKU..” Amin.
nbalonelyours~
110711
Hidup ini bagai kerak yang tak akan hilang dibalik kaca bening. Seperti senyum riang yang terlihat dibalik wajah lusuh. Kembalikan semua rasa sakit menjadi kelegaan penuh syukur.
Perjalanan tiap detik penuh makna. Beredar dalam pusara dingin orang-orang. Kemunafikan yang kerap muncul, mencipta penyesalan besar!
Waktu iringi setiap tujuan diri. Yakinkah kita dengan langkah-langkah penuh keegoisan? Emosi menyusul datang karena impian tak kunjung nyata.
Cinta datang, dianugerahi untuk sosok-sosok letih. Gema semangat datang berteriak dari kawan setia. Hingga luka datang jelajahi kasih sayang mengubahnya dengan kebencian.
Ombak, itulah tamu yang selalu datang pada setiap hati orang. Tak tentu arah bahkan masa. Tiap jiwa pasti merasakan dalam lamunannya.
Kemanakah kita saat senyum riang temani?
Dimanakah fikiran ini saat sedih yang hadir?
Impian nyata dengan ijin Nya, dunia ini hanya berjalan sekejap mata!
Adakah yang tahu bahwa kehidupan akan segera lenyap dari dunia?
Hidup, seperti ular yang berganti kulit. Penuh juang saat ia berubah menjadi indah.
Mimpi, seperti kucing yang kelaparan. Penuh harap untuk mendapatkan tujuannya.
Bahagia, seperti senyum orang mati! Karena disana terdapat keikhlasan atas keputusan Sang Khalik.
Apakah kita, sudah begitu mengenal hidup kita? Hingga banyak mimpi bermain di otak!
Sudahkah kita memikirkan bahagianya senyum kematian? Itulah nikmat terindah menuju abadinya hidup!
Adakah yang tahu, mengapa coretan ini tergurai?
Hanya untuk pembaca yang ingin menemukan diriku. Diriku yang juga baru sadar akan arti hidup dunia fana!
Selamat datang :D
030710. nbalonelyours~
Tahukah kamu, gerangan cinta? Rasa ini penuh dengan lara saat kau tak ada. Hadirmu yang setiap waktu kunanti, bak waktu yang berlalu sangat lama dan menjenuhkan!
Tahukah kamu, gerangan kasih? Penuh hatiku denganmu. Otakku selalu menghindarkan mampirnya namamu, namun terkalahkan oleh kenangan itu, sangat mengganggu hidup!
Tahukan kamu, gerangan sayang? Hatiku panas tak keruan saat kau bersamanya. Sudah kurelakan hati ini untuk kau memilih, namun dominansinya adalah aku tetap tak bisa melepaskan!
Tahukah kamu, gerangan sobat? Kita tercipta untuk mengenali diri. Aku hanya merasa belum mengenalmu sepenuhnya karena rasa cintaku saja aku tak tau karena apa hadir untukmu!
Tahukah kamu, gerangan kawan? Ingin rasanya aku pergi menghindar, namun waktu tak kunjung ijinkan. Sudah beribu bayang aku merasa dirimu akan jauh, dan biarkan aku nikmati dengan tangis!
Tahukah kamu, hey orang?! Mengapa kau selalu yang membiusku untuk melihat ke belakang, ke yang telah berlalu dan itu sangat perih! Rindu ini terlalu dalam untuk selami tiap detikku.
Tahukah kamu? :’)
030710. nbalonelyours~